Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia ( LAMI ) meminta agar penegak Hukum mengawasi anggaran Covid 19 di Kabupaten Bekasi , sebab anggaran Covid 19 yang di gelontorkan untuk wilayah ini jumlahnya sangatlah besar .

Imbas dari tertangkapnya Pejabat Kementerian Sosial ( Kemensos ) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Republik Indonesia terkait penggunaan anggaran Covid 19 , LAMI mendesak agar penegak Hukum melakukan Penyelidikan kedaerah termasuk Kabupaten Bekasi kata Suganda selaku Kordinator LAMI kepada deltanews.co.od .

Menurut Suganda penggunaan anggaran refocusing covid sebesar 1.3 trilyun Pemerintah Kabupaten Bekasi harus transfaran di publikasikan, sehingga masyarakat dapat mengetahui kemana aliran dana tersebut.

“Sampai saat ini penggunaan anggaran tersebut kurang di publikasikan, hal ini masyarakat bisa menduga anggaran covid ini tidak dipergunakan sebagaimana mestinya”terangnya.

Dikatakannya dihari Korupsi sedunia ini, LAMI meminta Penegak Hukum mengawasi dan melakukan penyelidikan terkait anggaran Covid 19 kab Bekasi, Penegak Hukum jangan tebang pilih
untuk menegakan hukum terkait korupsi, negara ini harus bersih dari korupsi.

“Permintaan LAMI agar Penegak Hukum bekerja profesional dalam pemberantasan korupsi” tegasnya.

sementara itu di tempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, H. Uju ketika dikonfirmasi terkait transparansi penggunaan anggaran covid 19 di wilayah Kabupaten Bekasi , hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban apapun

Penulis : AMR.

Tinggalkan Balasan