Bekasi deltanews.co.id
Penggunaan Dana Desa di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi sebesar sepuluh Milyar harus segera di selidiki penggunaannya.

Sebab dalam rangka terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional salah satunya adalah transparansi anggaran dalam pengelolaan Dana Desa sebagaimana di amanatkan dalam Undang – undang .

Namun di duga tidak demikian halnya dengan Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi malah terkesan tertutup dan tidak transparan termasuk kepada Media masa maupun kepada masyarakat .

Pasalnya Media deltanews.co.id yang melayangkan surat Konfirmasi pada tanggal 20 April tahun 2020 yang lalu hingga kini belum juga mendapat balasan dari Kepala Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin.

Melihat hal tersebut diatas akan menimbulkan kecurigaan terhadap penggunaan ADD / DAD di Desa Bojongsari Kecamatan Kedungwaringin yang jumlahnya mencapai hampir Rp 10 milyar tersebut sejak di pimpin Kades Mulyana.

Adapun rincian Dana Desa yang di terima Desa Bajongsari pada tahun 2018 , 2019 , 2020 baik itu Dana dari APBD Kabupaten Bekasi maupun Dana APBN Pusat adalah sebagai berikut

Pada Tahun 2018 sebesar Rp 1.163.790.000 dan Rp 1.816.005.800 pada Tahun 2019 sebesar Rp 1.951.376.600 dan Rp 1.490.000.000 dan pada Tahun 2020 ini sebesar Rp 1.583.292.000 dan Rp 1.926.478.100 total anggaran yang sudah di terima Desa Bojongsari sebesar Rp 9.930.942.500 .

Melihat besarnya anggaran yang di gelontorkan ke Desa Bojongsari sudah sepatutnya mendapat pengawasan yang super ketat baik itu dari masyarakatnya sendiri maupun dari seluruh kalangan yang ada agar dana sebesar itu dapat untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di Desa Bojongsari Kabupaten Bekasi .
Team Red

Tinggalkan Balasan