Bekasi, Deltanews.co.id  – Polisi Sektor (Polsek) Cikarang Selatan berhasil meringkus seorang pelaku pencurian, di Perumahan Simpruk Lippo Cikarang, Desa Cibatu Kecamatan Cikarang Selatan, (31/1).

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Alin Kuncoro menjelaskan berawal dari laporan warga telah terjadi kehilangan yang merupakan rumah kosong, pihaknya langsung mengejar pelaku. Alhasil, polisi berhasil meringkus pelaku di wilayah Cikarang Utara kemudian dibawah untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Terkait pencurian rumah kosong yang diwilayah Lippo, kemudian upaya penyidikan dari yang dilakukan, tersangka tertangkap diwilayah Cikarang Utara,” ucapnya saat di Mapolsek Cikarang Selatan, Kemarin (30/1).

Setelah dikembangkan dari beberapa hasil penyidikan, bahwa pelaku mengakui aksinya di rumah elit tersebut.

Menurutnya, pelaku sebelum melakukan aksi, dirinya meyakinkan rumah kosong korban dengan melakukan pemantauan. Lalu, pelaku melakukan aksinya dengan masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel pintu dengan menggunakan obeng-obeng, yaitu obeng mini, obeng min dan menggunakan obeng runcing.

Kemudian, setelah pintu terbuka lalu pelaku masuk kedalam rumah dan mengambil barang-barang yang berada di kamar, yang saat itu pintu kamar dalam keadaan tidak terkunci.

Rumah Elit yang dikenal dengan pengamanan ketat itupun berhasil melakukan aksinya. Dan dia udah sering melakukan perbuatannya di setiap perumahan-perumahan.

Sementara itu pelaku TS alias M (29) mengakui melakukan aksinya sudah sebanyak tiga kali di perumahan, dengan modus bertamu ketempat rumah kosong yang sudah dipantaunya terlebih dahulu.

“Sudah 3 kali di perumahan, kaya orang bertamu saya tau rumah kosong itu saya pantau dulu. Dengan mencongkel pintu,  melakukan ini untuk bayar utang dan menafkahi hidup,” tuturnya.

Polsek berhasil mengamankan pelaku TS alias M (29) dengan barang bukti, 2 buah obeng, satu buah gergaji besi, handphone, tiga buah dus handphone, dua lembar Deposito Hana Bank, 1 deposito bank mayapada, 1 buah kemeja warna hitam, 5 lembar voucher, jam tangan dan satu unit laptop. Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara.

Penulis : Lilis

Tinggalkan Balasan