Bekasi, Deltanews.co.id – Suntik gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram yang memperoleh keuntungan hingga Rp 1 juta perhari, (30/1).

“Pertabung 3 kilogram dibeli dengan harga Rp 17.000, sedangkan gas 12 kilogram dijual dengan harga Rp 134.000. Jadi satu tabung untungnya Rp 66.000, kalau 10 tabung aja sudah Rp 660.000” kata Kepala Polres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara saat gelar keterangan pers.

Menurutnya, dalam satu hari, pelaku AH dapat menjual 10 hingga 25 tabung. Dirinya menjual ke berbagai rumah makan yang ada disekitar Perum Permata Regency, Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Pemindahan ini menggunakan selang regulator tanpa peralatan yang seharusnya dan tanpa izin dari instansi yang berwenang. Selain itu juga tidak menggunakan timbangan sehingga berat gas tidak sesuai.

“Pelaku melakukan pengoplosan hingga pendistribusian sendirian dirumahnya. Usaha ini telah ia lakukan selama tiga bulan,” ucapnya.

Hal ini juga merupakan tindakan yang membahayakan serta merugikan masyarakat yang seharusnya membayar dengan harga subsidi menjadi non- subsidi.

Adapun barang bukti yang disita satu unit mobil suzuki pick-up, 43 buah tabung gas elpiji kosong ukuran 3 kilogram, 13 buah tabung gas elipiji ukuran 12 kilogram, 9 buah tabung gas elpiji isi ukuran 12 kilogram, 4 buah tabung gas elpiji isi ukuran 3 kilogram, 17 buah selang regulator.

Atas perbuatanya, pelaku dikenakan hukuma berlapis yakni, pasal 63 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf (a), (b), (c) dan pasal 10 huruf (a), dan (e) UU RI no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Pasal 32 ayat 2 Jo pasal 30 dan 31 UU RI No.03 tentang metrologo lokal. Pasal 53 huruf (d) jo pasal 23 UU RI no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, pidana paling lama lima tahun dan denda paling banyak 5 miliar.

Sementara itu, AH mengatakan sebelumnya dirinya merupakan pekerja bengkel motor. Hal ini merupakan inisiatif sendiri untuk melakukan pengoplosan gas elpiji.

Penulis : Lilis

Tinggalkan Balasan