Bekasi, Deltanews.co.id – Dinas Pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 357 peristiwa kebakaran yang terjadi di tahun 2017, (25/1).

“Data dari kita 357 jumlah kebakaran termasuk evakuasi. Dan kebakaran tersebut paling banyak terjadi di perumahan daripada perkampungan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Sahat.

Namun untuk perusahaan yang kebakaran juga kecil. Peristiwa kebakaran di perumahan, umumnya disebabkan arus pendek.

“Jika dihitung dari sisi kerugian, peristiwa kebakaran sepanjang tahun kemarin bisa mencapai miliaran rupiah,” ucapnya.

Untuk kedepannya pada tahun ini harus adanya penambahan personil menurutnya saat ini masih kurang untuk memprioritaskan pencegahan.

“Penambahan armada yang pertama kita mentitikberatkan pencegahaan dulu, pencegahannya kan bahwa kita lihat personil kita masih kurang, terutama ispekturnya dan instrukturnya,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai peningkatan sumber daya manusia, personil Damkar Kabupaten Bekasi perlu pelatihan di Damkar DKI Jakarta sebagai upaya personilnya dalam tanggap respon dalam bertugas.

“Personil itu harus siap dengan periksa alatnya baik tidaknya, makanya kemarin kita udah mengambil langkah berkunjung diklat Damkar DKI, jadi konsep respotentatif 30 menit jadi kita berusaha 15 menit,” tandasnya.

Pihaknya memiliki kendala dalam kecepatan pemadaman faktornya yaitu, pertama, pos pemadam yang hanya ada delapan titik menurut sahat itu menjadi kendala.

“Jika terjadi kebakaran di wilayah Setu, disana tidak ada pos pemadam kebakaran, jadinya mobil pemadam kebakaran jadinya diturunkan pemadam kebakaran di Tambun itu mengurangkan waktu perjalanan,” tutupnya.

Penulis : Lilis

Tinggalkan Balasan