JAKARTA – Cendekiawan muslim Syafii Maarif menganjurkan agar semua kalangan tidak perlu lagi menggelar aksi demonstrasi dalam kaitan pemilihan kepala daerah seperti yang sempat berlangsung di DKI Jakarta.

“Tidak ada gunanya aksi-aksi demo itu. Habiskan energi tidak ada gunanya,” kata Syafii yang biasa disapa Buya pada Seminar dan Lokakarya “Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila dan Negara Agama”, di Jakarta, Sabtu (8/4).

Sementara itu, terkait penangkapan lima tersangka yang salah satunya merupakan pimpinan aksi demonstrasi “313” (31 Maret, red), Buya menanggapi pihak kepolisian memiliki pertimbangan tersendiri. Untuk itu, dia menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada kepolisian yang bekerja sesuai dengan koridornya.

“Polisi ada kriterianya (menetapkan tersangka makar). Kalau sudah masuk kriteria terserah aja lah ya, saya tidak mau masuk. Saya sudah lelah dengan keadaan ini,” ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (30/3) malam hingga Jumat dinihari, Polda Metro Jaya menangkap lima tersangka kasus permufakatan makar di beberapa tempat berbeda.

Saat ini, kelimanya masih diperiksa secara intensif di Mako Brimob, Klapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kelima orang tersebut berinisial MAK, ZA, Ir, DN dan A.

Salah satu dari kelimanya diduga merupakan pimpinan aksi 313 yang juga Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath (MAK).

Menurut dia, pengusutan kasus ini didasarkan pada laporan polisi tanggal 27 Maret 2017. “Penyidik menemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana terhadap keamanan negara yang melibatkan kelima tersangka,” ujarnya. (AMR)

Tinggalkan Balasan