JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan istighatsah mendoakan agar Jakarta tetap damai menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Istighatsah yang digelar di halaman Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (7/4) malam, dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Hadir juga dalam acara itu Kabaintelkam Polri Komjen Pol Luthfi Lubihanto, Direktur Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Priyo Mujihad, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Suyudi Ario Seto, serta ratusan warga Jakarta.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan agenda ini untuk menyejukkan kondisi sosial-politik di DKI Jakarta yang menjelang Pilkada DKI putaran dua.

“Kami ingin warga tenang, Jakarta damai. Menjelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, kami berharap suasana menjadi sejuk, bukan semakin panas dan meluap amarah,” kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, momentum politik bukan untuk menciptakan keresahan masyarakat, bukan untuk saling menyerang antarkelompok, apalagi memecah persatuan yang sudah susah payah dibangun.

“Kami dari Nahdlatul Ulama sadar, betapa politik seharusnya untuk mencari pemimpin yang paling baik, yang paling ahli, bukan untuk memecah belah warga,” ujar Kiai Said.

Kiai Said mengungkapkan bahwa perbedaan itu seharusnya menjadi rahmat, harus disyukuri karena itu modal untuk saling mengenal, saling belajar, dan saling mengasihi.

“Agama itu harus jadi sarana cinta dan perdamaian, addin huwa al-hubb, bukan untuk dipolitisasi,” kata ulama lulusan Universitas Ummul Quro, Mekkah, Arab Saudi itu.

Dari istighatah ini, Kiai Said berharap tersebar gelombang kebaikan bagi warga Jakarta dan elit-elit politiknya. Dengan demikian yang terjadi adalah kedamaian, bukan mencaci maki dengan isu etnis, agama dan tradisi.

“Nahdlatul Ulama mengimbau warga tetap fokus, tenang, dan tidak terintimidasi secara psikologis. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan nurani, selaras dengan kata hati,” kata Kiai Said.

Ia mengatakan selama ini Nahdlatul Ulama konsisten sebagai penengah dari segala kondisi sosial-politik dan keagamaan yang semakin ekstrem. Penyelenggaraan istighatsah juga dalam rangka mencipta perdamaian dan kesejukan. (AMR)

Tinggalkan Balasan