JAKARTA – Cawagub DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat mengumumkan kabar gembira. Djarot akan membangun kegiatan di bidang ekonomi dengan nama NU Mart.

“Tadi dikatakan bahwa ada 69 persen masyarakat NU yang berada di Jakarta, jadi bagaimana kalau kita buat NU Mart? Masa yang 69 persen itu tidak mau belanja kami punya toko? Selain itu kami juga bisa bangun klinik, ya beragam macam hal bisa kita lakukan,” kata Djarot di kantor PWNU, Jalan Utan Kayu Raya, Jakarta Timur, Sabtu (8/4).

Dia juga sempat memuji NU yang dinilainya selalu menjaga keutuhan NKRI. Dia menyebut NU selalu memegang ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Sejak zaman mbah-mbah kami dulu, NU selalu berada di garis paling depan untuk mempertahankan NKRI. Selalu saya sampaikan bahwa dalam sejarah RI, hanya NU yang tidak pernah memberontak,” ujar Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu juga berbicara soal caranya untuk menyatukan berbagai kelompok masyarakat yang ada di Jakarta. Dia punya program yang disebutnya sekolah agama-agama bina damai.

“Untuk sama-sama saling mengenal berbagai agama, baik Islam, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya. Kami adakan pernah di pondok pesantren, gereja, vihara karena ini karunia yang diberikan Allah bahwa Indonesia ini tercipta plural,” kata Djarot.

Djarot juga berbicara soal rencana PWNU untuk melakukan pembangunan 4 lantai di kantornya. Dia menyatakan mendukung penuh rencana tersebut.

“Iya, ini kantornya mau dibangun jadi 4 lantai. Tentu saya mendukung penuh. Kantor ini sudah miliknya NU, mereka gotong royong. Kalau masalah anggaran nggak masalah, saya sudah sampaikan sama pengurus nggak usah sungkan minta anggaran kalau tujuannya baik dan jelas pasti kita dukung,” ujar Djarot.

Dalam acara tersebut, Djarot hadir didampingi Ketua Umum PPP, Djan Faridz. Djan kemudian berbicara soal perbedaan. Dia pun menyinggung soal konflik di Suriah yang menurutnya terjadi karena masalah perbedaan.

“Kalau ada perbedaan, bukan membuat kami bermusuhan, kami tidak memusuhi siapapun. Jangan sampai seperti warga Suriah yang diusir dari negaranya sendiri karena perbedaan,” katanya. (SS)

Tinggalkan Balasan