BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp 40 Miliar untuk pembebasan lahan yang akan digunakan membangun ‘underpass’ di Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara.

“Pembangunan jalan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat untuk mengurai kemacetan di sekitar perlintasan kereta api,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Cecep Noor di Kabupaten Bekasi, Senin (27/3).

Menurutnya, pembangunan itu dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai pelaksana dan saat ini hanya menunggu Detail Engineering Design (DED) yang akan disiapkan.

“Pembangunan ini mengingat jalan perlintasan kereta api adalah salah satu target utama, pasalnya daerah tersebut salah satu area paling macet,” ujarnya.

Ini adalah salah satu cara terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan maupun kelayakan pembangunan. Selain itu sebagai cara menghindari adanya permainan uang yang sering kali terjadi bila ada proyek besar.

Pembangunan underpass ini adalah wujud nyata pemerintah daerah dalam memberikan solusi kepada masyarakat tentang penumpukan kendaraan pada perlintasan kereta api.

“Tentu mengingat banyaknya pengguna jalan yang melintasi daerah Lemahabang, Cikarang dengan kemacetan paling parah dapat mbahayakan pengguna jalan jika ada kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, untuk itu Pemkab Bekasi harus segera merealisasikan rencana penanganan dengan cepat, dikarenakan pada bulan-bulan berikutnya sudah banyak libur hari raya dan awal puasa.

Tentu akan berpengaruh banyak bila tidak segera teratasi. Bahkan beberapa proyek pbangunan jalan juga ada yang belum selesai. Seperti jalan penghubung Kalimalang di daerah Jababeka, Cikarang Pusat dengan titik rawan kemacetan maupun kecelakaan tinggi.

Padahal jalan itu harus segera terealisasikan sebelum lebaran 2017, namun hingga saat ini belum ada material penghubung yang ada pada daerah setempat. (AMR)

Tinggalkan Balasan