BEKASI – Masyarakat meminta penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian segera menangkap oknum pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi yang diduga telah membancak anggaran penataan IT di Puskesmas Pembantu yang ada di enam Kecamatan di Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 200 juta.

“Pasalnya pengadaan penataan IT di Puskesmas Pembantu itu diduga tidak ada perangkatnya yang ada hanya tiangnya saja, bahkan tiangnya juga saat ini diduga sudah pada rubuh,” kata M Yadi, warga Cikarang Pusat kepada deltanews.co.id, Kamis (23/3).

Menurutnya, pada saat ini Yudi Permana selaku PPTK pada kegiatan itu sedang kasak kusuk untuk melengkapi perangkat penataan IT pada enam Pustu itu.

“Yudi Permana merasa ketakutan karena perbuatannya diduga mulai tercium oleh awak Media sehingga dia sedang berupaya melengkapi perangkat pada Pustu itu,” ujarnya.

Dikatakannya, walaupun Yudi Permana selaku PPTK sedang berupaya memasang perangkat yang diduga memang dibancak itu tidak akan menghilangkan bukti karena anggaran itu dianggarkan pada tahun 2015.

“Silakan saja Yudi selaku PPTK mengelabui hukum dengan cara membeli perangkat baru, namun kami sudah memiliki foto bukti perangkat itu tidak ada,” tegasnya sembari menunjukkan bukti kepada deltanews.co.id.

Sementara itu, Yudi Permana ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, meminta waktu 14 hari kerja untuk menjawabnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, H. Enden ketika dikonfirmasi seputar pengadaan Penataan IT Pustu di enam Kecamatan itu mengatakan, dalam waktu dekat ini akan memanggil Dinas Kesehatan. (AMR)

Tinggalkan Balasan