METRO – Rumah Sakit Umum (RSU) Ahmad Yani Kota Metro merupakan rumah sakit rujukan bagi beberapa rumah sakit yang ada di kota itu. Bahkan bagi rumah sakit yang ada di wilayah sekitarnya seperti Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Namun demikian pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah ini saat ini banyak dipertanyakan oleh banyak kalangan terkait pelayanan di rumah sakit tersebut, pasalnya beberapa waktu lalu oknum Pegawai di RSU A. Yani Metro diduga menolak pasien bayi yang ingin berobat ke rumah sakit ini.

Sikap yang tidak terpuji tersebut mendapat reaksi keras dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Faerah (DPRD) Kota Metro terutama Ketua Dewan, Anna Morinda.

“Kami akan segera mengambil langkah terkait hal ini, Namun kami akan berkordinasi dengan Komisi II yang membidangi hal tersebut agar dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan apa yang musti dilakukan. Hal ini juga sebagai catatan bagi pihak rumah sakit agar segera melakukan perbaikan dalam hal pelayanan. Tidak boleh rumah sakit menolak pasien atau calon pasien apapun itu alasanya,” kata Anna, baru-baru ini.

Diakui Anna, pihaknya juga mengetahui secara pasti bagimana upaya Direktur rumah sakit dalam usahanya merubah sumber daya manusia yang acap kali lupa akan tupoksinya sebagai pelayan masyarakat. Namun demikian pihak DPRD tetap mengingkinkan adanya perubahan serta penataan secara cepat dan maksimal.

“Saya tau persis seperti apa perjuangan Ibu Direktur untuk merubah paradigma SDM dilingkungan Rumah sakit, namun demikian beliau tidak bisa berjuang sendirian kesemuanya harus dikerjakan secara bersama-sama dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Anna.

Sementara itu, Direktur rumah sakit A. Yani Metro Drg. Endang Nuriyati mengatakan, terkait dugaan penolakan pasien oleh oknum pegawai pihaknya berjanji akan segera melakukan pembenahan dan pembinaan secara mendalam agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Tentunya kita akan berbenah, masalahnya rumah sakit ini juga milik masyarakat. Saya merasa senang jika di evaluasi namun kami juga memiliki tim monitoring, kami juga memiliki tim mutu yang diketuai oleh Dr. Agung dan pada 2017 ini kita juga akan menambah peralatan sebanyak 12 unit,” katanya. (VIK)

Tinggalkan Balasan