BEKASI – Penegak hukum diminta agar secepatnya melakukan penyelidikan terkait penarikan kabel Fiber Optik ke Kecamatan dan Sekolah pada Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2015/2016 sebesar Rp 70 miliar.

“Dana anggaran yang bersumber dari APBD murni dan ABT Kabupaten Bekasi Pada tahun 2015/2016 itu diduga keras menjadi bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab pada Dinas terkait karena munutupi informasi untuk mendapatkan jumlah sekolah yang sudah ada Fiber Optiknya,” tulis penyataan yang tidak mau menyebut identitas dirinya melalui surat elektroniknya yang diterima deltanews.co.id, Selasa (21/2).

Menurut pernyataan tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi pada tahun anggaran 2015 mendapatkan anggaran untuk pengadaan penarikan kabel Fiber Optik ke Kecamatan dengan nilai Pagu Rp 17 miliar nilai HPS Paket Rp 16.998.527.386, Nama pemenang PT. PGAS Solution dengan harga penawaran Rp 16.390.000.000.

“Tahap berikutnya pada tahun yang sama pengadaan penarikan Fiber Optik Ke Kecamatan Nilai Pagu Rp 5.880.010.000, Nilai HPS Rp 5.800.000.000, nama pemenang masih PT. PGAS Solution dengan harga penawaran sebesar Rp 5.579.914.000,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, pada tahun anggaran 2016 kembali dianggarkan untuk penarikan kabel FO untuk sekolah dan Kecamatan sekitar Rp 48 miliar dengan perincian Kode Lelang 8653352 nama lelang penarikan FO ke sekolah nilai Pagu Rp 21.963.854.000 Nilai HPS Rp 21.963.854.000, dengan nama pemenang PT. Rahel Karya Emas dengan nilai penawaran sebesar Rp 20.381.600.000.

Seterusnya pada tahun yang sama 2016 Kode lelang 8433352 nama lelang pengadaan penarikan kabel FO ke Kecamatan nilai pagu Rp 31.594.820.000 Nilai HPS paket Rp 31.591.903.853, nama pemenang PT. Bandung Cipta Indah dengan nilai penawaran sebesar Rp 27.570.050.134.

“Melihat hal tersebut diatas tidak ada kata lain agar penegak hukum  segera melakukan penyelidikan terhadap Belanja Modal pengadaan penarikan Kabel Fiber Optik ke Kecamatan dan Sekolah yang diduga tidak sesuai dengan spek karena kurang koperatifnya Dinas terkait memberikan informasi,” kata pernyataan itu.

Terpisah, Kepala Bidang Infrastruktur dan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi, Informatika Persandian Dan Statistik Kabupaten Bekasi, Ary Saktiawansyah, S.Kom ketika dikonfirmasi deltanews.co.id membenarkan, anggaran pada 2015 dan 2016 di atas sudah dilaksanakan penarikan kabel ke 23 Kecamatan.

“Kalau untuk penarikan kabel Fiber Optik ke sekolah ada sekitar 70 sekolah tapi, saya kurang hafal. Nanti saya akan kirim melalui email saja,” kata Ary Saktiawansyah. (AMR)

Tinggalkan Balasan